Penyeberangan di NTT Terganggu Cuaca

KUPANG, KOMPAS – Gangguan penyeberangan feri di Nusa Tenggara Timur belum kunjung pulih. Jika pada Rabu (13/8) hanya penyeberangan menuju Kupang yang dilayani, sebaliknya dihentikan untuk rute Kupang-Rote dan Kupang-Sabu. Selama
dua hari berikutnya hingga Jumat (15/8), semua rute penyeberangan ditutup.

General Manager Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) NTT Arnoldus Yansen di Kupang, Rabu, mengatakan, cuaca yang memicu gejolak laut di wilayah NTT belum menentu. “Pengoperasian feri di NTT masih dengan pola buka tutup mengikuti gejolak laut,” katanya.

Penyeberangan menuju Kupang yang masih dilayani kemarin yaitu dari Rote, Aimere,
dan Kalabahi. Sebaliknya penyeberangan Kupang-Rote dan Kupang-Sabu yang sedianya diberangkatkan Rabu petang dibatalkan karena cuaca diramalkan memburuk.

Sesuai ramalan yang diterima ASDP NTT di Kupang, cuaca yang memburuk dilaporkan masih berlangsung selama dua hari ke depan. Diharapkan, sejak akhir pekan ini dan seterusnya, cuaca membaik hingga feri kernbali beroperasi normal.

Normal
Sebaikya dari ASDP Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, diperoleh keterangan penyeberangan feri Labuan Bajo-Sape selama hampir seminggu belakangan beroperasi normal. Sape adalah perkampungan nelayan sekaligus lokasi dermaga khusus feri di pesisir timur Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Selama seminggu sebelumnya, yakni Senin hingga Minggu (10/8), penyeberangan Labuan Bajo-Sape tutup total akibat gelombang tinggi.
“Kami menghrapkan pengoperasian feri untuk hari-hari selanjutnya berjalan normal pula. Kebetulan rute Labuan Bajo-Sape sangat vital mendukung perniagaan antar pulau dari NTT ke arah barat hingga Jawa atau sebaliknya,” kata Supervisi ASDP Labuan Bajo, Sigit Purnomo, di Labuan Bajo, Rabu.

Di Provinsi Maluku, setelah terhenti dalam dua pekan terakhir, pelayaran dari Ambon menuju sejumlah pulau kembali normal pada hari Rabu. Kendati demikian, para awak nakhoda kapal diminta tetap waspada dengan potensi perubahan cuaca cepat karena wilayah Maluku kini sedang berada pada musim hujan.
“Perubahan cuaca cepat sangat mungkin terjadi,” kata Ali Ibrahim dari kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Ambon. (ANS/FRN)

Leave a reply